PEMAHAMAN KOMPUTER


Pada dasarnya komputer dibuat untuk menghentikan perang, mengakhiri kelaparan dan untuk mempermudah pekerjaan.
Komputer bekerja seperti saklar sebagai prinsipnya dan manusia menciptakan komputer untuk menyimpan dan membagikan informasi serta komputer memiliki miliaran tombol yang berbentuk elektronik.
Abacus merupakan komputer pertama yang digunakan untuk menghitung dengan mempunyai angka satuan, puluhan, ratusan dan seterusnya. Namun pada komputer, tidak dapat menghitung bilangan seperti bilangan biasa. Komputer hanya mengenal angka 0 dan 1 (bit) dan bilangan ini disebut bilangan biner, jadi komputer menghitung dengan bilangan ‘bit biner’.
Komputer  terdiri dari beberapa hardware,  dan tanpa software, hardware tidak akan berfungsi, sehingga hardware dengan software selalu berkaitan keberadaanya.  Hardware merupakan perangkat keras yang membentuk sebuah komputer dan software merupakan kumpulan instruksi yang memberitahukan kepada computer bagaimana menjalankan miliaran tombol seperti bagaimana mematikan dan menghidupkan saklar.
CD (compact disc) merupakan piringan plastik dengan miliaran lubang yang sangat kecil sehingga tidak bisa dilihat tanpa menggunakan microscop elektron yang berfungsi untuk menyimpan informasi.
Komputer juga berguna untuk mengubah suatu bentu ke bentuk yang lain. Salah satu contohnya mengubah barcode pada kemasan menjadi data nama dan harga barang lalu mengirimkannya data tersebut ke mesin kasir. Selain itu data tersebut juga dapat menginformasikan tentang stok barang ada atau tidaknya.
Komputer sebagai media penyimpan informasi  dan hard drive dan CD (compact disc) sebagai medianya. Komputer juga memiliki RAM (Random Acces Memory) yang berfungsi untuk membuka data/informasi secara acak (tidak berurutan). Komputer mencari penanda dan hanya menarik keluar data yang dibutuhkan.
Komputer dapat terhubung dengan komputer lainnya pada waktu yang bersamaan dengan menggunakan jaringan. Jaringa terbentuk seperti jaring dan komputer sebagai knot. Untuk mengakses jaringan tersebut harus menggunakan kekuatan internet untuk mengetahui perkembangan dan keadaan suatu tempat dimana tidak bisa dijangkau dengan peralatan manual, tetapi kecepatan setiap sinyal elektrik terbatas oleh kapasitas substraknya.
Komputer pertama yang dapat menyelesaikan matematika jauh lebih cepat daripada manusia dengan angka-angka yang besar dengan ukuran yang sangat besar (100m2) di beri nama ENIAC (electronic numerical integrated and computer) meskipun dapat menyelesaikan soal-soal dengan cepat, namun ENIAC memiliki ukuran besar, berat dan cepat panas. Selain itu komputer dapat digunakan untuk membuat kecerdasan buatan yang diterapkan pada robat-robot.
Jadi perkembangan komputer untuk sekarng ini sangat pesat, terlihat dari awal kemunculannya hingga sekarang. Dan faktanya komputer sangat berguna untuk setiap aspek kehidupan dalam menyelesaikan masalah, meringankan beban kerja hingga merencanakan sesuatu, dan hal itu tergantung kepada setiap user/penggunanya mau atau tidak mengembangkan dan memaksimalkan kelebihan yang dimiliki sebuah komputer sebagai kekayaan intelektual.

Salman Al-Farisi, Sang Pemburu Kebenaran

Kisah Salman al-Farisi radhiyallahu ‘anhu adalah pelajaran berharga bagi pendamba kebahagiaan dunia dan pengharap surga. Al-Imam Ahmad rahimahullah dalam Musnad-nya (5/441) meriwayatkan perjalanan panjang seorang Salman al-Farisi radhiyallahu ‘anhu dalam mencari hidayah.
Disebutkan bahwa Salman dulunya adalah penyembah api. Ayahnya, selaku kepala suku, menugaskan Salman untuk menjaga api agar terus menyala, tidak boleh padam. Salman pun tidak pernah keluar dari rumahnya, layaknya gadis pingitan.
Suatu hari, Salman disuruh oleh ayahnya untuk mengurus kebun dan menyelesaikan beberapa tugas. Di tengah perjalanan, Salman melewati sebuah gereja. Dia mendengar suara-suara merdu dari dalam gereja. Dia pun masuk dan menyaksikan apa yang dilakukan oleh kaum Nasrani. Salman takjub dan ingin memeluk agama mereka. Dia pun tertahan di situ hingga matahari tenggelam. Salman pun menanyakan asal usul agama tersebut yang ternyata berasal dari Syam.
Ketika pulang, Salman langsung diinterogasi dan dimarahi oleh ayahnya. Dia lalu ditahan di kamar dengan kaki terlilit belenggu dari besi. Walhasil, akhirnya Salman berhasil kabur dari rumah. Berangkatlah ia menuju Sxam bersama kafilah dagang dari Syam yang singgah di daerahnya. Di Syam inilah, Salman memulai sejarah perjalanannya mencari hidayah: agama Islam yang haq, Islam yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
Di Syam, Salman tinggal bersama seorang penddta di gereja. Ternyata pendeta tersebut adalah orang yang jelek. Di akhir kisah, umat Nasrani menyalib pendeta tersebut.
Salman lalu tinggal bersama seorang pendeta lain yang menggantikan posisi pendeta sebelumnya. Pendeta tersebut adalah orang yang saleh dan baik. Namun, tidak lama berselang, pendeta tersebut tiba ajalnya. Sebelum wafat, dia berwasiat kepada Salman untuk mendatangi seorang saleh di negeri Maushil.
Salman pun segera berangkat ke Maushil dan tinggal bersama orang saleh tersebut. Akan tetapi, tidak lama kemudian orang tersebut wafat. Sebelum meninggal, dia berwasiat kepada Salman agar datang kepada seorang yang saleh di negeri Nashibin.
Tanpa membuang waktu, Salman bergegas menuju Nashibin dan bertemu dengan orang saleh tersebut. Salman lalu tinggal bersamanya. Namun dengan takdir Allah Subhanahu wa Ta’ala, cepat pula ajal menjemput orang ini. Dia pun wafat, setelah sebelumnya memberitahu Salman tentang seorang saleh di daerah Ammuriyah.
Di Ammuriyah, Salman bertemu dan tinggal bersama orang saleh tersebut dalam waktu yang cukup lama. Salman bahkan sempat mencari usaha hingga memiliki beberapa ekor sapi dan kambing. Tatkala ajal tiba, orang saleh tersebut memberitakan bahwa tidak ada lagi di muka bumi ini orang yang saleh seperti dirinya. Namun, dia memberitahu Salman bahwa waktu itu telah datang masa munculnya nabi akhir zaman. Disebutkannya pula ciri-ciri nabi itu: nabi itu muncul di negeri Arab, lalu berhijrah ke daerah yang diapit oleh dua bukit berbatu hitam, di tengahnya terdapat pohon-pohon kurma, nabi itu mau memakan hadiah tetapi tidak mau memakan sedekah, dan di antara kedua pundaknya ada tanda kenabian.
Setelah orang saleh itu wafat, Salman masih tinggal di Ammuriyah beberapa lama. Ketika datang kafilah dagang dari kabilah Kalb, Salman meminta mereka membawanya ke tanah Arab dengan bayaran seluruh sapi dan kambing yang dia miliki. Mereka pun menyetujuinya dan membawa serta Salman. Namun, setibanya mereka di Wadi Qura, mereka menjual Salman sebagai budak kepada seorang Yahudi. Salman pun tinggal di sana beberapa waktu.
Tidak seberapa lama, datanglah sepupu Yahudi itu dari Bani Quraizhah Madinah. Dia pun membeli Salman dan membawanya ke kota Madinah. Sesampainya di sana, Salman langsung mengenali Madinah sebagaimana kriteria yang disebutkan oleh orang saleh dari Ammuriyah.
Di Madinah, Salman disibukkan oleh statusnya sebagai budak. Bersamaan dengan itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sudah diutus sebagai nabi di Makkah, lalu berhijrah ke Madinah.
Singkat kisah, Salman pun berhasil menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di Quba, lalu menemuinya lagi di Madinah untuk melihat ciri-ciri kenabian beliau shallallahu ‘alaihi wasallam. Semuanya telah diketahui, kecuali satu hal: tanda kenabian di antara kedua pundak beliau.
Pada suatu hari, beliau shallallahu ‘alaihi wasallam mengantarkan jenazah seorang sahabat ke pekuburan Baqi’. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam duduk di antara para sahabat. Datanglah Salman lalu mengucapkan salam kepada beliau shallallahu ‘alaihi wasallam. Tidak sabar, Salman pun langsung berputar ke belakang punggung beliau shallallahu ‘alaihi wasallam untuk melihat apakah ada tanda kenabian seperti yang disebutkan oleh orang saleh dari Ammuriyah.
Tatkala Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tahu bahwa Salman sedang memastikan sesuatu, beliau pun melepaskan kainnya dari pundak. Salman pun melihat dan mengenali tanda kenabian beliau shallallahu ‘alaihi wasallam. Salman langsung memeluk beliau sambil menangis dan menceritakan perjalanan panjangnya mencari hidayah, hingga akhirnya Allah Subhanahu wa Ta’ala mempertemukannya dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam takjub dengan kisah Salman dan memintanya untuk menceritakannya kepada para sahabat.
Hadits ini dihasankan oleh asy-Syaikh Muqbil rahimahullah dalam al-Jami’ ash-Shahih (1/85).
[Kisah ini diambil dari Majalah Asy Syariah no. 64/VI/1431 H/2010 dalam artikel berjudul "Hidayah at-Taufiq wal Ilham" tulisan Al-Ustadz Muhammad Afifuddin, hal. 26-27]

Sumber :
http://fadhlihsan.wordpress.com/2010/10/16/salman-al-farisi-sang-pemburu-kebenaran/

AKU DAN SEPI

Duduk diam di pinggir sebuah danau di daerah jakarta utara entah apa namaya, setelah lelah seharian berkendara melintasi jalanan kota tanpa tujuan, hari itu aku memang sedang tak ada kegiatan, aku memarkirkan motorku di pinggir jalan di tepi danau itu, banyak juga orang yang sedang duduk di tepi danau tersebut untuk hanya sekedar beristirahat ataupun memancing, akupun duduk beristirahat sambil melihat orang-orang yang sedang asik mancing, di tengah danau ada juga orang yang sedang berolahraga air ( ski air dan kayak ).

Riak air menemaniku dalam sepi, suara air yang memecah kesepianku, mata ku tertuju ke seberang danau, karena dari kejauhan aku mendengar suara nyanyian samar-samar terbawa angin, ternyata di seberang danau sedang di adakan pentas seni, semakin sore semakin banyak orang yang datang ke tempat itu, ku lihat jam di HP baru menunjukan pukul lima sore, mau pulang di rumah ga ada kerjaan jadi kuputuskan untuk tetap duduk disini, setelah lama duduk perutku terasa sangat lapar, tak jauh dari tempatku duduk ada seorang bapak tua menjual jagung bakar, aku menghampirinya ," jagungnya satu pak," seruku , bapak tua itu menanyakan "pedas atau asin ??? " , " pedas... !!" jawabku cepat, pak tua itu membakarkan sebongkol jagung pesananku, setelah beberapa lama dia membakar, di sajikannya lah kepadaku, Pak tua itu duduk di sampingku dan bertanya " sendirian dek ???", " iya pak???" jawabku, " ga malam mingguan sama pacarnya dek??" lanjut dia bertanya, " ngak pak !!!" jawabku dengan tawa kecil, akhirnya bapak tua si penjual jagung itu ngobrol denganku panjang lebar, dia bercerita tentang pengalaman hidupnya, dari mulai berjualan sayur, roti, klontong, hingga sekarang berjualan jagung. Dia bercerita dahulu dia hidup sendriri di jakarta, tak ada sanak famili satu pun, dia berjuang sendiri banting tulang untuk menafkahi dirinya sendiri, sampai akhirnya dia menemukan seorang gadis pujaannya yang kemudian di nikahinya, dari ceritanya tersebut aku mendapatkan banyak pelajaran berharga bahwa suatu saat kita akan menemukan seseorang yang akan menemani dan mewarnai hidup kita, dan kita tidak boleh berhenti berharap dan terus berjuang untuk hidup dan kehidupan, dan jangan pernah merasa sendiri karena masih ada tuhan yang slalu menemani hambanya kapanpun, di manapun, dan di dalam  situasi apapun. Tak terasa haripun telah sore, dari ujung danau terlihat matahari telah lelah menyinari bumi  dan hendak beristirahat,

langit pun menjadi gelap, anginpun terasa kencang menerpa pohon-pohon palem yang ada di pinggir danau, setelah aku membayar kepada pak tua si penjual jagung aku pun bergegas memakai jaketku, dan hendak pergi Pak tua itu berkata " Inget ya...!!! jangan pernah merasa sendiri dan jangan berhenti berharap dan berjuang untuk hidup dan kehidupan", aku menjawab " ya pak, terimakasih juga atas ceritanya"......


Dari cerita pendek  "AKU DAN SEPI" karya Fauzi Syam dapat kita ambil intisari atau pelajaran yang sangat berharga. Terlebih dikala seorang penjual jagung yang bercerita tentang sepenggal kisah hidupnya. Dimana kita mengambil pelajaran bahwa suatu saat kita akan menemukan seseorang yang akan menemani dan mewarnai hidup kita, dan kita tidak boleh berhenti berharap dan terus berjuang untuk hidup dan kehidupan, dan jangan pernah merasa sendiri karena masih ada tuhan yang slalu menemani hambanya kapanpun, di manapun, dan di dalam  situasi apapun. Maka kita garis bawahi bahwa kita jangan berhenti berharap dan tentu perlu perjuangan untuk hidup demi kehidupan.

Sumber:

Manusia dan Harapan


A. PENGERTIAN HARAPAN

Setiap manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan, berarti manusia itu mati dalam hidup.Harapan tersebut tergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup, dan kemampuan masing-masing.Berhasil atau tidaknya suatu harapan tergantung pada usaha orang yang mempunyai harapan,Harapan hams berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada diri sendiri, maupun kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Agar harapan terwujud, maka perlu usaha dengan sungguh-sungguh. Manusia wajib selalu berdoa. Karena usaha dan doa merupakan sarana terkabulnya harapan.Harapan berasal dari kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu terjadi; sehingga harapan berarti sesuatu yang diinginkan dapat terjadi. Dengan demikian harapan menyangkut masa depan.Contoh :
- Budi seorang mahasiswa STMIK Gunadarma, ia rajin belajar dengan harapan didalam ujian semester mendapatkan angka yang baik Antar harapan dan cita-cita terdapat persamaam yaitu :
- keduanya menyangkut masa depan karena belum terwujud
- pada umumnya dengan cita-cita maupun harapan orang menginginkan hal yang lebih baik atau meningkat.

B. APA SEBAB MANUSIA MEMPUNYAI HARAPAN ?
 
Menurut kodratnya manusia itu adalah mahluk sosial. Setiap lahir ke dunia langusung disambut dalam suatu pergaulan hidup, yakni di tengah suatu keluarga atau anggota masyarakat lainnya. Tidak ada satu manusiapun yang luput dari pergaulan hidup. Ditengah – tengah manusia lain itulah, seseorang dapat hidup dan berkembang balk fisik/jasmani maupun mental/ spiritualnya. Ada dua hal yabg mendorong orang hidup bergaul dengan manusia lain, yakni dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup.

1.Dorongan kodrat
Kodrat ialah sifat, keadaan, atau pembawaan alamiah yang sudah terjelma dalam din manusia sejak manusia itu diciptakan oleh Tuhan. Misalnya menangis, bergembira, berpikir, berjalan, bcrkata, mempunyai keturunan dan sebagainya.

2.Dorongan kebutuhan hidup
Sudah kodrat pula bahwa manusia mempunyai bennacani-macant kebutuhan hidup. Kebutuhan hidup itu pada garis besamya dapat dibedakan atas : kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani
Kebutuhan jasmaniah misalnya ; makan, minum, pakaian, rumah. (sandang, pangan, dan papan), ketenangan, hiburan, dan keberhasilan
Menurut Abraham Maslow sesuai dengan kodratnya harapan manusia atau kebutuhan manusia itu ialah :
a) kelangsungan hidup (survival)
b) keamanan ( safety )
c) hak dan kewajiban mencintai dan dicintai (be loving and love)
d) diakui lingkungan (status)
e) perwujudan cita-cita (self actualization)

3.Kelangsungan hidup (survival)
Untuk melangsungkan hidupnya manusia membutuhkan sandang, ppangan dan papan (tempat tinggal). Kebutuhan kelangsungan hidup ini terlihat sejak bayi lahir.
Setiap bayi begitu lahir di bumi menangis; ia telah mengharapkan diberi makan/ minum. Kebutuhan akan makan/minum ini terns berkembang sesuai dengan perkembangan hidup manusia

4.Keamanan
Setiap orang membutuhkan keamanan. Sejak seorang anak lahir ia telah membutuhkan keamanan. Begitu lahir, dengan suara tangis, itu pertanda minta perlindungan.

5.Hak dan kewajiban mencintai dan dicintai
Tiap orang mempunyai hak dan kewajiban. Dengan pertumbuhan manusia maka tumbuh pula kesadaran akan hak dan kewajiban. Karena itu tidak jarang anak-anak remaja mengatakan kepada ayah atau ibu. “Ibu ini kok menganggap Reny masih kecil raja, semua diatur!” Itu suatu pertanda bahwa anak itu telah tambah kesadaran akan hak dan kewajibannya.
Bila seorang telah menginjak dewasa, maka ia merasa sudah dewasa, sehingga sudah saatnya mempunyai harapan untuk dicintai dan mencintai.
Sebab umumnya remaja mulai menentang sifat-sifat orang tua yang dianggap tidak sesuai dengan alamnya.

6.Status
Setiap manusia membutuhkan status. Siapa, untuk apa, mengapa manusia hidup.
setiap manusia yang lahir di bumi ini tentu akan bertanya tentang statusnya. Status keberadaannya. Status dalam keluarga, status dalam masyarakat, dan status dalam negara. Status itu penting, karena dengan status orang tahu siapa dia. Harga diri orang antara lain melekat pada status orang itu.

7.Perwujudan cita-cita
Selanjutnya manusia berharap diakui keberadaannya sesuai dengan keahliannya atau kepangakatannya atau profesinya. Pada saar itu manusia mengembangkan bakat atau kepandaiannya agar ia diterima atau diakui kehebatannya.

C. KEPERCAYAAN

Kepercayaan berasal dari kata percaya, artinya mengakui atau meyakini akan kebenaran. Kepercayaan adalah hal-hal yang berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan kebenaran. Ada ucapan yang sering kita dengar
- ia tidak percaya pada din sendiri
- saya tidak percaya ia berbuat seperti itu atau berita itu kurang dapat dipercaya
- Bagaimana juga kita hams percaya kepada pemerintah
Kepercayaan dalam agama merupakan keyakinan yang paling besar. Hak berpikir bebas, hak atas keyakinan sendiri menimbulkan juga hak her agama menurut keyakinan.
Dalam hal beragama tiap-tiap orang wajib menerima dan menghormati kepercayaan orang yang beragama itu. Dasarnya ialah keyakinan masing-masing.
Kebenaran
Kebenaran atau benar amat penting bagi manusia. Setiap orang mendambakannya, karena ia mempunyai anti khusus bagi hidupnya. la merupakan fokus dari segala pikiran, sikap dan perasaan.
Dalam tingkah laku, ucapan, perbuatan manusia selalu berhati-hati agar mereka tidak menyimpang dari kebenaran.
Dr.Yuyun Suriasumantri dalam bukunya “filsafat Ilmu, sebuah pengantar Populer ada tiga teori kebenaran sebagai berikut :
1) Teori koherensi atau konsistensi
Yaitu suatu pemyataan dianggap benar bila pemyataan itu bersifat koherensi atau konsisten dengan pemyataan-pemyataan sebelumnya yang dianggap benar
2) Teori korespondensi
Suatu teori yang menjalankan bahwa suatu pemyataan benar bila materi pengetahuan yang dikandung pemyataan itu berkomnponden (berhubungan) dengan obyek yang dituju oleh pemyataan tersebut.
3) Teori pragmatis
Kebenaran suatu pemyataan diukur dengan kriteria apakah pemyataan tersebut bersifat fungsional dalam kehidupan praktis.

D. BERBAGAI KEPERCAYAAN DAN USAHA MENINGKATKANNYA
 
Dasar kepercayaan adalah kebenaran. Sumber kebenaran adalah manusia. Kepercayaan itu dapat dibedakan atas :
1. Kepercayaan pada din sendiri
2. Kepercayaan kepada orang lain
3. Kepercayaan kepada pemerintah
4. Kepercayaan kepada Tuhan
Berbagai usaha dilakukan manusia untuk meningkatkan rasa percaya kepada Tuhannya. Usaha itu bergantung kepada pribadi kondisi, situasi, dan lingkungan. Usaha itu antara lain :
a) meningkatkan ketaqwaan kita dengan jalan meningkatkan ibadah
b) meningkatkan pengabdian kita kepada masyarakat
c) meningkatkan kecintaan kita kepada sesama manusia dengan jalan suka menolong, dennawan, dan sebagainya
d) mengurangi nafsu mengumpulkan harta yang berlebihan
e) menekan perasaan negatif seperti iri, dengki, fiinah, dan sebagainya.

E. Nilai – Nilai Budaya Sebagai Tolak Ukur Harapan

Dalam hasil budaya yang berupa sastra, dapat dihayati adanya kandungan nilai budaya yang dibawa penulisnya sebagai gagasan utama. Dalam sastra jawa misalnya antara lain terdapat nilai budaya meliputi:
a. nilai kejuangan dan semangat pengorbanan,
yaitu nilai perjuangan sebagai tolak ukur dan diharapkan dimiliki masyarakat, seperti kesetiaan, kesungguhan, kedisiplinan,dll
b. nilai kerumahtanggaan
yaitu nilai yang diharapkan berkembang dalam etiap keluarga.
c. Nilai kemandirian kaum wanita
Yaitu, Nilai yang diharapkan dapat dimiliki setiap wanita.

Menurut kodratnya manusia itu adalah mahluk sosial. Setiap Lahir ke dunia langsung disambut dalam suatu pergaulan hidup, yakni di tengah suatu keluarga atau anggota masyarakat lainnya. Tidak ada satupun manusia yang luput dari pergaulan hidup.Di tengah-tengah manusia lain itulah , seseorang dapat hidup dan berkembang baik fisik/jasmani maupun mental/spiritualnya.

Ada dua hal yang mendorong orang hidup bergaul dengan orang lain yaitu dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup.


Dorongan Kodrat

Doronngan Kodrat Kodrat ialah sifat, keadaan, atau pembawaan alamiah yang sudah terjelma dalam diri manusia sejak manusia itu diciptakan oleh Tuhan. Dorongan kodrat menyebabkan manusia mempunyai keinginan atau harapan, misalnya menangis, tertawa, bergembira, dan sebagainya. Kodrat juga terdapat pada binatang, walau bagaimanapun juga besar sekali perbedaannya. Dalam diri manusia masing-masing sudah terjelma sifat, kodrat pembawa dan kemampuan untuk hidup bergaul, hidup bermasyarakat atau hidup bersama dengan manusia lain. Dengan Kodrat ini, maka manusia mempunyai harapan.

Dorongan Kebutuhan


Sudah kodrat pula bahwa manusia mempunyai bermacam-macam keebutuhan hidup.
Kebutuhan hidup pada dasarnya dapat dibedakan atas Kebutuhan Jasmani dan Kebutuhan Rohani.
Untuk memenuhi semua kebutuhan itu manusia bekerja sama dengan manusia lain. Hal ini disebabkan , kemampuan manusia sangat terbatas , baik kemampuan fisik maupun kemampuan berpikir.

Menurut Abraham Maslow sesuai dengan kodratnya Harapan dan Kebutuhan Manusia yaitu :

a) kelangsungan hidup (survival)

Untuk melangsungkan hidupnya manusia membutuhkan sandang, ppangan dan papan (tempat tinggal). Kebutuhan kelangsungan hidup ini terlihat sejak bayi lahir.

Setiap bayi begitu lahir di bumi menangis; ia telah mengharapkan diberi makan/ minum. Kebutuhan akan makan/minum ini terns berkembang sesuai dengan perkembangan hidup manusia

b) keamanan ( safety )

Setiap orang membutuhkan keamanan. Sejak seorang anak lahir ia telah membutuhkan keamanan. Begitu lahir, dengan suara tangis, itu pertanda minta perlindungan. Setelah agak besar, setiap anak menangis dia akan diam setelah dipeluk oleh ibunya. Setelah bertambah besar ia ingin dilindungi. Rasa aman tidak harus diwujudkan dengan perlindungan yang nampak, secara moral pun orang lain dapat memberi rasa aman. Dalam hal ini agama sering merupakan cara memperoleh kemanan moril bagi pemiliknya. Walaupun secara fisik keadaannya dalam bahaya, keyakinan bahwa Tuhan memberikan perlindungan berarti sudah memberikan keamanan yang diharapkan.

c) hak dan kewajiban mencintai dan dicintai (be loving and love)

Tiap orang mempunyai hak dan kewajiban. Dengan pertumbuhan manusia maka tumbuh pula kesadaran akan hak dan kewajiban. Karena itu tidak jarang anak-anak remaja mengatakan kepada ayah atau ibu. “Ibu ini kok menganggap Reny masih kecil raja, semua diatur!” Itu suatu pertanda bahwa anak itu telah tambah kesadaran akan hak dan kewajibannya.Bila seorang telah menginjak dewasa, maka ia merasa sudah dewasa, sehingga sudah saatnya mempunyai harapan untuk dicintai dan mencintai.
Sebab umumnya remaja mulai menentang sifat-sifat orang tua yang dianggap tidak sesuai dengan alamnya.

d) diakui lingkungan (status)

Setiap manusia membutuhkan status. Siapa, untuk apa, mengapa manusia hidup, Status itu penting, karena dengan status orang tahu siapa dia Harga diri orang antara lain melekat pada status orang itu. Misalnya ada anak haram, biarpun anak haram itu tingkah lakunya baik dan tidak berdosa sebab yang berdosa orang tuanya, namun masyarakat tetap memberikan cap yang negatif.

e) perwujudan cita-cita (self actualization)

Selanjutnya manusia berharap diakui keberadaannya sesuai dengan keahliannya atau kepangakatannya atau profesinya. Pada saar itu manusia mengembangkan bakat atau kepandaiannya agar ia diterima atau diakui kehebatannya.
Sumber:

Manusia dan Keadilan

Keadilan berasal dari bahasa Arab adil yang artinya tengah. Keadilan berarti menempatkan sesuatu di tengah-tengah, tidak berat sebelah atau dengan kata lain keadilan berarti menempatkan sesuatu pada tempatnya. Berikut ini beberapa pendapat pengertian mengenai keadilan. Berikut ini beberapa pendapat mengenai makna keadilan.

- Menurut W.J.S. Poerdaminto, keadilan berarti tidak berat sebelah, sepatutunya, tidak sewenang-wenang. Jadi, dalam pengertian adil termasuk di dalamnya tidak terdapat kesewenang-wenangan. Orang yang bertindak sewenang-wenang berarti bertindak tidak adil.

- Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), keadilan berarti (sifat perbuatan, perlakuan) yang adil. Keadilan berarti perilaku atau perbuatan yang dalam pelaksanaannya memberikan kepada pihak lain sesuatu yang semestinya harus diterima oleh pihak lain.

- Menurut Frans Magnis Suseno dalam bukunya Etika Politik menyatakan bahwa keadilan sebagai suatu keadaan di mana orang dalam situasi yang sama diperlakukan secara sama.

Mengenai makna keadilan, Aristoteles membedakan lima macam keadilan, yaitu

a. Keadilan Komutatif
Keadilan komutatif adalah perlakuan terhadap seseorang dengan tidak melihat jasa-jasa yang telah diberikan. Contohnya Seseorang yang telah melakukan kesalahan/pelanggaran, tanpa memandang kedudukannya, dia tetap dihukum sesuai dengan kesalahan/pelangaran yang dibuatnya.

b. Keadilan Distributif
Keadilan ditributif adalah perlakuan terhadap seseorang sesuai dengan jasa-jasa yang telah di berikannya. Contohnya: Beberapa orang pegawai suatu perusahaaan memperoleh gaji yang berbeda, berdasarkan masa kerja, golongan kepangkatan, jenjang pendidikan, atau tingkat kesulitan pekerjaannya.

c. Keadilan Kodrat Alam
Keadilan kodtrat alam adalah member sesuatu sesuai dengan yang diberikan oleh orang lain kepada kita. Contohnya Seseorang yang menjawab salam yang diucapkan oleh orang lain dikatakan adil karena telah menerima salam dari orang tersebut.

d. Keadilan Konvensional
Keadilan konvensional adalah jika seorang warga Negara telah menaati segala peraturan perundang-undangan yang telah dikeluarkan.

e. Keadilan Perbaikan
Perbuatan adil menurut perbaikan adalah jika seseorang telah berusaha memulihkan nama baik orang lain yang telah tercemar.


Sedangkan plato, guru Aristoteles, menyebutkan ada tiga macam, yaitu

a. Keadilan komutatif adalah keadilan yang memberikan kepada setiap orang sama banyaknya, tanpa mengingat berapa besar jasa-jasa yang telah diberikan (dari kata commute = mengganti, menukarkan, memindahkan).

b. Keadilan distributive adalah keadilan yang memberikan hak atau jatah kepada setiap orang menurut jasa-jasa yang telah diberikan (pembagian menurut haknya masing-masing pihak). Di sini keadilan tidak menuntut pembagian yang sama bagi setiap orang, tetapi pembagian yang sama berdasarkan perbandingan.

c. Keadilan legal atau keadilan moral adalah keadilan yang mengikuti penyesuaian atau pemberian tempat seseorang dalam masyarakat sesuai dengan kemampuannya, dan yang dianggap sesuai dengan kemampuan yang bersangkutan.

Sumber:
http://id.shvoong.com

Diberdayakan oleh Blogger.

Pencarian

Popular Posts

Followers

Copyright © 2012 Fresh Get Look OutTemplate by : UrangkuraiPowered by Blogger.Please upgrade to a Modern Browser.