Photo Rontgen Simoncelli

Sepang - Telah beredar luas sebuah foto yang menunjukkan hasil rontgen Marco Simoncelli usai mengalami kecelakaan di GP Malaysia beberapa waktu lalu.

Foto rontgen tersebut beredar luas di grup BlackBerry Messenger (BBM). Dalam foto tersebut tampak tulang tengkuk Simoncelli yang patah akibat. Patahnya tulang tersebut besar kemungkinan akibat terlindas oleh Colin Edwards dan Valentino Rossi.

Foto tersebut memang belum bisa dipastikan keasliannya. Foto tersebut hanya beredar di kalangan pengguna BlackBerry. Jika benar foto rontgen tersebut adalah hasil pemeriksaan dari Simoncelli, sungguh mengerikan luka yang dialami pembalap Italia itu.

Seperti diberitakan sebelumnya bahwa Simoncelli mengalami kecelakaan di Sirkuit Sepang, Malaysia. Balapan dihentikan saat menginjak menit keempat ketika Simoncelli terjatuh di bagian tengah trek dan tertabrak oleh Colin Edwards dan Valentino Rossi saat tubuhnya meluncur di atas aspal.

Helm yang dikenakan pembalap berusia 24 tahun itu sampai terlepas dan petugas pengawas balapan pun mengibarkan bendera merah tanda balapan dihentikan.

Simoncelli sempat dinaikkan ke ambulans menuju pusat medis sirkuit, namun pukul 16.56 waktu setempat, ia menghembuskan nafas terakhirnya karena luka yang terlalu parah.

Terdapat luka parah di bagian dada, leher dan kepala. Ia sempat mendapatkan CPR selama 45 menit agar nyawanya bisa tertolong, tapi tidak berhasil. Ia menghembuskan nafas terakhir pada pukul 16.56 waktu setempat.

Posted by
Risman Maulana

More

Misteri New 7 Wonder

Liputan6.com, Jakarta: Kedutaan Besar Republik Indonesia di Bern, Swiss, membeberkan misteri Yayasan New7Wonders, penyelenggara tujuh keajaiban dunia yang di antaranya menomisasikan Taman Nasional Komodo. Bahkan, Duta Besar RI di Swiss Djoko Susilo menegaskan bahwa pihaknya meragukan Yayasan New7Wonders

"Kedutaan Besar Republik Indonesia di Bern, Swiss, merasa perlu untuk memberikan penjelasan sebagai berikut," kata Djoko dalam surat elektronik bertanggal 31 Oktober 2011. Dan inilah kronologi yang dimaksud Djoko.

1. Desember 2007, N7W mengumumkan peresmian kampanye. Pada tahap awal terpilih tiga destinasi wisata Indonesia dan yang masuk nominasi adalah Taman Nasional Komodo, Danau Toba, dan Anak Gunung Krakatau, bersama dengan 440 nominasi dari 220 Negara.



2. Agustus 2008, Indonesia mendaftar sebagai OSC dan membayar biaya administrasi masing-masing destinasi USD 199.

3. Pada 21 Juli 2009, Taman Nasional Komodo menjadi Indonesia National Nominees dan menjadi salah satu dari 28 nominasi finalis.

4. Februari 2010, pihak N7W menawari Indonesia untuk menjadi tuan rumah deklarasi N7W yang akan dilaksanakan pada 11 November 2010.

5. Setelah menjajaki dan beberapa kali mengadakan pertemuan, pada 25 November 2010 Indonesia menyatakan berminat menjadi tuan rumah.

6. Pada 6 Desember, pihak N7W menyetujui Indonesia sebagai tuan rumah dengan liscense fee sebesar 10 juta dolar AS.

7. Pada 29 Desember 2010, N7W mengeluarkan ancaman melalui Kepala Komunikasi N7W Eamon Fitzgerald yang memberikan batas waktu sampai 31 Januari 2011 kepada pemerintah Indonesia, untuk menyatakan kesediaannya menjadi tuan rumah. Jika sampai batas waktu itu tidak ada ketegasan, maka N7W akan menangguhkan status Taman Nasional Komodo sebagai finalis N7W.

8. Todung Mulya Lubis, kuasa hukum Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (dahulu Kembudpar) RI, pada 2 Februari 2011 melayangkan surat elektronik kepada N7W dan memprotes rencana eliminasi TNK sebagai finalis. Lima hari kemudian, surat itu ditanggapi pengacara N7W yang beralamat di London. Isinya, TNK tidak tereliminasi, melainkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenbudpar) tak lagi bisa menjadi official supporting committee (OSC).

9. Pada 11 Februari 2011, Todung Mulya Lubis mengirim surat via e-mail lagi dan meminta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenbudpar) untuk kembali menjadi OSC. Surat kedua itu tidak dijawab.

10. Tetap masuknya TNK sebagai finalis tanpa keikutsertaan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenbudpar) sebagai OSC itu membuat harga diri bangsa dilecehkan. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang mewakili Pemerintah Indonesia tak boleh ikut mempromosikannya.

11. Pekan lalu, Maldives (Maladewa), satu dari 28 finalis, menarik diri dari kompetisi yang diselenggarakan N7W itu. Negara kepulauan kecil dekat Sri Lanka itu menarik diri karena urusan finansial yang dibebankan N7W.

12. Pada 28 April 2011, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kratif mengutus satu delegasi beranggotakan delapan orang yang terdiri dari pejabat kementerian, seorang pengacara dari Kantor Pengacara Lubis, Santosa & Maulana, dan beberapa wartawan nasional untuk menyelidiki keberadaan N7W.

13. Duta Besar RI untuk Konfederasi Swiss dan Keharyapatihan Liechtenstein, membantu delegasi dari Jakarta untuk penyelidikan itu. Duta Besar Djoko Susilo sejak pertama kali datang di Swiss telah berhubungan dengan pemimpin redaksi harian nasional Swiss dan selalu mempertanyakan kredibilitas Yayasan N7W. Sangat diherankan para pemimpin redaksi harian nasional Swiss tidak mengenal keberadaan Yayasan N7W.

14. Tim dari Jakarta yang dibantu staf KBRI Bern mengadakan kunjungan ke alamat yang tertulis sebagai kantor Yayasan N7W: Hoschgasse 8, PO Box 1212, 8034 Zurich. Ternyata kode pos dari alamat yang diberikan tidak sesuai. Seharusnya alamat itu adalah: Hoschgasse 8, PO Box 1212, 8008 Zurich, di mana terdapat Museum Heidi Weber yang diarsiteki Le Corbusier dan selesai dibangun pada 1967. Museum itu hanya buka pada musim panas (Juni, Juli, Agustus) dari jam 14.00-17.00.

15. Tim dari Jakarta juga mendatangani kantor Pengacara Patrick Sommer dari Kantor Pengacara CMS von Erlach Henrici Ltd, untuk mendapatkan bantuan.

16. Sebagai yayasan, keberadaan N7W cukup unik. Yayasan ini tak jelas alamatnya, kecuali alamat e-mail-nya, hanya tertulis N7W berdiri di Panama, berbadan hukum Swiss, dan pengacaranya berada di Inggris.

17. Masyarakat Swiss sendiri tidak mengenal Yayasan N7W, dan yayasan ini bukan bagian dari UNESCO.

18. Sebagaimana diketahui, pada 1991, Taman Nasional Komodo bersama Taman Nasional Ujungkulon, Candi Borobudur, dan Candi Prambanan, oleh UNESCO dimasukkan sebagai warisan dunia. Karena reputasi UNESCO sebagai badan khusus PBB yang didirikan pada 1945 itu jauh melampaui N7W, ada baiknya kita tidak terpancing oleh aturan main N7W. (Ant/SHA)

Posted by
Risman Maulana

More

Meneropong Kehidupan Seorang Perantau

Saya dengan Dofior (perantau)
Merantau merupakan mencari penghidupan di negeri atau daerah lain yang lebih jauh. Banya orang yang mendasari dirinya untuk merantau agar mendapatkan penghidupan lebih baik.
Dofior (11-12-1983) asli kelahiran Bukitinggi merupakan salah seorang perantau yang dengan penuh keyakinan untuk mencari penghidupan yang lebih baik, dan bukan hanya itu alasan yang mendasari dia untuk menjadi perantau, masih banyak lagi alasan dia untuk mengambil keputusan ini untuk meninggalkan kampung kelahirannya. Berikut wawancara saya untuk mengetahui sisi kehidupan dari seorang perantau:
1.     
            Dari kota atau daerah anda berasal?
            Jawab  : Bukittinggi , Sumatera Barat

2.   Sejak kapan anda meninggalkan kampung halaman (merantau)? Dan mengapa anda meninggalkan kampung halaman?
Jawab :   Sejak usia 17 tahun, tepatnya kelas II SMA pada tahun 2001 saya meningglkan kampung halaman dan merantau ke kota Pekanbaru (Riau). Alasan saya meningglkan kampung halaman, untuk merubah pola pikir yang selama ini tergantung kepada orang tua, lebih tepatnya belajar untuk hidup lebih mandiri, rasa penuh tanggung jawab dan lebih disiplin.

3.   Selain alasan yang anda tadi kemukakan, adakah alasan yang paling mendasar untuk meninggalkan kampung halaman anda?
Jawab  : alasan yang lebih mendasar adalah ingin mencari tantangan hidup di negeri orang lain dan mengadu nasib.

4.  Di kota manakah pertama kali anda menginjakan kaki setelah anda meninggalkan kampung halaman (merantau) dan apa kegiatan pertama di tempat itu?
a.       Jika sekolah, sekolah dimana dan ceritakan kejadian yang paling berkesan.
b.      Jika bekerja, anda bekerja dimana dan mengapa anda memilih pekerjaan tersebut.
Jawab    : Pertama kali saya merantau ke kota Pekanbaru (Riau), aktifitas utama yang saya geluti adalah sebagai pelajar, walapun ada beberapa pekerjaan sampingan yang saya kerjakan.di kota pekanbaru saya sekolah di SMUN 5, banyak sekali kejadian yang paling berkesan sewaktu di SMU, hanya saja ada beberapa kejadian yang mana sampai saat ini masih saya terapkan, yaitu dalam hal kedisiplinan,muali dari pakaian, sepatu harus warna hitam dan setiap hari ada penilaian kerapian.
                 Disamping kewajiban saya sebagai pelajar, saya juga bekerja di bidang wiraswasta, wiraswasta yang saya geluti mulai dari pemasok dan pendistribusian buku pelajaran makanan ke toko buku dan swalayan yang ada di kota Pekanbaru. Selain itu saya juga mengguluti dunia pekerjaan umum, mulai dari pendirian rumah, sekolah atau sekalipun jalan raya. Disini saya baru mengenal dengan namanya CV, karena untuk setiap pekerjaan umum di tuntut untuk memiliki sebuah CV atau PT. alasan saya memilih pekerjaan tersebut dikarenkan kemauan dari diri sendiri dan juga ada kesempatan. setelah saya lulus dari SMU saya melanjutkan merantau di kota Depok pada tahun 2002 awal, disamping melanjutkan studi sebagai mahasiswa, saya tetap mengisi hari – hari untuk berwiraswasta, disamping tuntutan hidup, pekerjaan tersebut saya anggap sebagai kegiatan rutin saya sehari hari, walaupun belajar adalah kewajiban utama saya sebagai mahasiswa di salah satu universitas.
                 Kurang lebih saya menyelesaikan kuliah selama 3,5 tahun dengan jurusan Akuntansi dengan tingkat Strata satu, setelah itu saya masuk ke dunia kerja perbankan (Bank BNI) selama 3,8 Tahun dan Perusahaan Engineering Indonesia selama 1 tahun. Selama itu juga saya menetap di kota Jakarta. Disini banyak sekali pengalaman atau ilmu kerja yang saya dapatkan. Pada bulan April 2011 saya pindah dan merantau ke kota Bogor (tanah pasundan), mungkin untuk kesekian kalinya saya merantau di negeri orang, disini banyak sekali perbedaan yang saya dapatkan, mulai dari kultur kehidupan, tata bahasa dan lain – lain. Dikarenakan saya berdomesili di kota Bogor, sayapun pindah kerja ke bidang percetakan Telkom Indonesia.

5.    Setelah sekian lama anda berada daerah rantau (daerah sunda) adakah perbedaan  kebudayaan, kebiasaan dan bermasyarakat antara kampung halaman dengan daerah yang sekarang anda pilih sekarang?
Jawab   : Banyak sekali perbedaan yang saya alami, mulai dari kultur bahasa, sosialisi antar masyarakat, perekonomian, agama dan lainya

6.    Apakah sekarang anda telah mendapatkan pendamping hidup? Siapa dan dari daerah mana yang anda jadikan pendamping hidup anda?
Jawab     : Saat ini saya sudah berstatus nikah dan punya istri Risna Rismayanti asli orang sunda (Sukabumi) perkenalan kami di mulai dari masa perkuliahan.

7.     Saat anda melangsungkan pernikahan, pastilah anda dan pendamping hidup anda menggelar acara pernikahan, dan di Indonesia sangat syarat dan kental dengan kebudayaan dalam melaksanakan sebuah acara, terlebih itu adalah upacara pernikahan. Upacara adat manakah yang anda pakai untuk melangsungkan upacara pernikahan?
a. Jika adat daerah asal anda (padang) adakah kesulitan dalam mengsungkan upacara adat di daerah yang bukan tempat asal daerah tersebut 
b. Jika adat pendamping anda (sunda) apakah anda kesulitan ataupun bingung karena adat yang baru anda kenal. Jelaskan!
Jawab  : Resepsi pernikahan yang saya pakai adat sunda, memang ada kesulitan jika resepsi di daerah saya, disamping hemat waktu juga bisa menghemat biaya. Tetapi semuanya itu bukan alasan yang utama. Dikarenakan istri saya anak satu satunya perempuan dikeluarganya, di adat saya seorang laki laki tidak harus memakai adat minang kabau. Jadi boleh mengikuti adat dari pihak perempuan. Memang ada beberapa bagian yang membuat perbedaan dalam resepsisi pernikahan dari adat minang, mulai dari acara pinangan, sampai ke acara resepsi pernikahan. Disini ada beberapa bagian yang membuat beda baik dari pakaian adat, bahasa, tarian yang digunakan pada saat penyambutan penganten, karena dari semuanya itu merupakan hal yang baru dari kehidupan saya


8.    Pertanyaan terakhir, saya pernah mendengar dengan adat daerah asal anda (Padang) sangat kental dengan adat daearah asal anda, khususnya pada saat anda meninggalkan daerah asal anda (merantau) dan bagaimana pendapat anda tentang legenda “Malin Kundang” yang dengan kata lain sama dengan anda sebagai perantau dan dari daerah yang sama?
Jawab : Kebetulan saya berasal dari kota Bukittinggi, jadi untuk masalah pemakaian adat tidaklah kental, walaupun kenyataannya ada beberapa daerah ditempat saya yang harus kental akan adatnya. Saya termasuk orang yang fleksibel, kemanapun pergi, saya harus biasa menyesuaikan diri, mulai dari sosialisasi, bahasa dan lainnya. Ada sebagian orang atau kebanyakan orang di luar sumatera barat berpikiran, kalau orang padang merantau di negeri orang, baru akan pulang kampung jika sudah berhasil. Memang istilah tersebut menurut saya bias diterapkan buat orang perantau, dengan tujuan memotivasi agar bisa lebih sukses di negeri rantau. Tetapi ada juga yang membuat kondisi yang membuat orang perantau tidak pulang, dikarenkan faktor waktu, keuangan dan lainnya. Karena yang namanya pulang kampung, memakan biaya cukup lumayan banyak, di banding orang yang hanya pulang kampung ke jawa, contohnya saja ke jawa dengan uang 100 ribu bisa pulang kampung, belum lagi untuk kembali ke daerah rantau, semuanya itu banyak perhitungan dan pertimbangan dari orang perantau.
  Kalau umtuk Malin Kundang, namanya juga cerita rakyat, sebagian orang ada yang mempercayai dan sebagianya lagi hanya sebagai kiasan. Saya termasuk pada bagian kiasan, karena menurut saya Malin kundang meninggalkan daerah asalnya dikarenakan faktor ekonomi dengan tujuan dapat merubah perekonomian. Seiring waktu berjalan simalin jadi lupa diri, karena sudah sekian lama tidak pulang dan ketemu dengan keluarga. Harta, istri yang membuat si malin lupa diri akan asal usul dan berpaling dari orang tua dan keluarga. Sikap tersebutlah yang membuat hati orang tua teriris. Dari kekecewaan itulah seorang ibu melaknat anaknya sendiri jadi batu, batu itu sebagai simbol dari hasil kekecewaan hati orang tua pada anaknya. Kiasan tersebut sampai saat ini memang masih di pakai atau diterapkan oleh orang perantau, dengan tujuan agar tidak lupa akan asal usul.


Posted by
Risman Maulana

More

Sekilas tentang "www"

         WWW ( World Wide Web ) adalah suatu ruang informasi yang yang dipakai oleh pengenal global yang disebut Uniform Resource Identifier (URI) untuk mengidentifikasi sumber-sumber daya yang berguna. WWW sering dianggap sama dengan Internet secara keseluruhan, walaupun sebenarnya ia hanyalah bagian daripadanya.

        WWW atau World Wide Web adalah suatu program yang ditemukan oleh Tim Berners-Lee pada tahun 1991. Awalnya Berners-Lee hanya ingin menemukan cara untuk menyusun arsip-arsip risetnya. Untuk itu, dia mengembangkan suatu sistem untuk keperluan pribadi. Sistem itu adalah program peranti lunak yang diberi nama Equire. Dengan program itu, Berners-Lee berhasil menciptakan jaringan terkait antara berbagai arsip sehingga memudahkan informasi yang dibutuhkan. Inilah yang kemudian menjadi dasar dari sebuah revolusi yang dikenal sebagai web.
        WWW dikembangkan pertama kali di Pusat Penelitian Fisika Partikel Eropa (CERN), Jenewa, Swiss. Pada tahun 1989 Berners-lee membuat proposal untuk proyek pembuatan hypertext secara global, kemudian pada bulan Oktober 1990, ‘World Wide Web‘ sudah bisa dijalankan dalam lingkungan CERN. Pada musim panas tahun 1991, WWW resmi digunakan secara luas pada jaringan Internet.
        Sejarah Web bermula di European Laboratory for Particle Physics (lebih dikenal dengan nama CERN), di kota Geneva dekat perbatasan Perancis dan Swiss. CERN merupakan suatu organisasi yang didirikan oleh 18 negara di Eropa. Dibulan Maret 1989, Tim Berners dan peneliti lainnya dari CERN mengusulkan suatu protokol sistem distribusi informasi di Internet yang memungkinkan para anggotanya yang tersebar di seluruh dunia saling membagi informasi dan bahkan untuk menampilkan informasi tersebut dalam bentuk grafik.

        Web Browser pertama dibuat dengan berbasiskan pada teks. Untuk menyatakan suatu link, dibuat sebarisan nomor yang mirip dengan suatu menu. Pemakai mengetikkan suatu nomor untuk melakukan navigasi di dalam Web. Kebanyakan software tersebut dibuat untuk komputer-komputer yang menggunakan Sistem Operasi UNIX, dan belum banyak yang bisa dilakukan oleh pemakai komputer saat itu yang telah menggunakan Windows. Tetapi semua ini berubah setelah munculnya browser Mosaic dari NCSA (National Center for Supercomputing Applications).
        Di bulan Mei 1993, Marc Andreesen dan beberapa murid dari NCSA membuat Web browser untuk sistem X-Windows yang berbasiskan grafik dan yang mudah untuk digunakan. Dalam beberapa bulan saja, Mosaic telah menarik perhatian baik dari pemakai lama maupun pemakai baru di Internet. Kemudian NCSA mengembangkan versi-versi Mosaic lainnya untuk komputer berbasis UNIX, NeXT, Windows dan Macintosh.
        Pada tahun 1994, Marc Andreesen meninggalkan NCSA, dan kemudian bersama Jim Clark, salah satu pendiri dari Silicon Graphics, membuat Netscape versi pertama. Kehadiran Netscape ini menggantikan kepopuleran Mosaic sebagai Web browser dan bahkan sampai saat ini Netscape merupakan browser yang banyak digunakan setelah Internet Explorer dari Microsoft.
        Pada tahun yang sama CERN dan MIT mendirikan suatu konsorsium yang dinamakan World WIde Web Consortium (W3C) yang bertugas untuk membangun standar bagi teknologi Web.

        Pada awal perkembangannya, sewaktu browser masih berbasiskan teks hanya terdapat sekitar 50 website. Di akhir tahun 1995 jumlah ini telah berkembang mencapai sekitar 300.000 web site. Dan diperkirakan sekarang ini jumalh pemakai Web telah mencapat sekitar 30-an juta pemakai diseluruh dunia. 
Sumber :
 

Posted by
Risman Maulana

More

Sensasional Ekspedisi 3 Pulau Part I

Berada di tempat paling tinggi telah menjadi daya tarik dan menjadi impian bagi semua orang yang mempunyai jiwa petualang di alam bebas, dan setelah terlalu lama kami (setiap anggota SISPALA SMKN 1 Sukabumi), khususnya saya yang terdaftar sebagi anggota SISPALA angkatan X Kabut Patenggang menunggu waktu dan kesempatan yang datang untuk mengadakan ekspedisi, akhirnya jauh-jauh hari sebelum hari-H muncul sebuah rencana untuk mengadakan ekspedisi yang telah lama vacuum kurang lebih dalam 5 tahun terakhir. Untuk memecahkan ke –vacuuman ekspedisi tim pencetus tidak tanggung merencanakan ekspedisi. Sekurang-kurangnya 2 jadwal ekspedisi di rencanakan menjadi target  Ekspedisi SISPALA 2011. Jadwal pertama adalah Ekspedisi 3 Pulau (G.Semeru 3.676 mdpl Jawa, G. Agung 3.142 mdpl Bali, G. Rinjani 3.726 NTB), dan yang kedua adalah Ekspedisi 3S (G. Slamet 3432 mdpl, G. Sumbing 3.371 mdpl, G Sindoro 3.153 mdpl). Ekpedisi 3 Pulau akan dlaksanakan pada tanggal 25 Juni-9 Juli 2011 dan Ekspedisi 3S pada tanggal 2-11 September 2011.
Gambar: Mahameru yang tampak jelas dari pos terakhir Kalimati (Photo by: Dadang Khoerudin)  
Gambar : Jeep yang akan mengantarkan tim ke Ranu Pani (Photo by: Risman M)
 Setelah melakukan persiapan semaksimal mungkin dan sehari sebelum hari-H menjadi hari  persiapan terakhir, akhirnya tim (Hendi/ketua tim, Ardi, Aep, Dadang, Anisa, Hikmat, dan Risman/saya sendiri) mengawali perjalanan tepat pada hari sabtu (25/06/11) dimulai dari terminal sukabumi menuju terminal lebakbulus, Jakarta. Perut saya terasa mual ketika pertama duduk di jok bis, itu sepertinya sudah menjadi menu wajib bagi saya ketika memulai perjalanan, dan tidur menjadi obat yang ampuh untuk rasa mual tadi. Setibanya di Terminal tim makan siang dengan menu nasi padang bungkus khas terminal. Setelah 2 jam berlalu, aroma perjalanan jauh pun terasa ketika saya naik bis selanjutnya tujuan Madura. Bisnya terasa nyaman dengan berbagai fasilitas dan tentunya kursi yang cukup luas untuk berada 1 hari 1 malam di dalam bis. Kurang lebih 2 kali bis memberikan makan di perjalanan tim tiba di Tanjung Perak, Surabaya, dan menu makanan padang pun menyambut kedatangan tim di kota bonex. Dengan menggunakan bis damri yang tentunya jauh berbeda dengan fasilitas bis yang sebelumnya tim bergerak menuju terminal Banyu Asih dan meneruskan perjalanan menuju Kota malang. Tanpa beristirahat terlebih dahulu tim langsung menuju Tumpang dimana saya dan tim akan memulai pendakian menggunakan ankutan desa cukup dengan 7000/orang, setibanya disana tim melakukan cheking ulang untuk barang dan logistik yang belum lengkap, dan tim menunggu tim lain yang akan melakukan pendakian di hari itu karena jeep yang akan mengantar ke pos pertama akan berangkat jika jeep telah mendapatkan 15 orang penumpang. Setelah menunggu akhirnya ada 2 tim dan setiap orangnya dkenakan biaya tambahan jeep  pun berangkat. Jalan setapak, curam, debu, gelap dan tentunya kabut tebal yang sudah akrab dengan jeep yang sudah udzur sanggup mengantarkan tim ke Ranu Pane dengan selamat.


Posted by
Risman Maulana

More
Diberdayakan oleh Blogger.

Pencarian

Popular Posts

Followers

Copyright © 2012 Fresh Get Look OutTemplate by : UrangkuraiPowered by Blogger.Please upgrade to a Modern Browser.